ARTIKEL TERBARU

Ingin mahir berkomunikasi? ketahui teknik dasar

12 Jul 2018

Siapa yang tidak mengenal istilah “Public Speaking”. Dalam bahasa Indonesia Public Speaking dapat diartikan dengan "berbicara di depan umum". Sering pula Public Speaking disebut "pidato" atau "ngomong di depan orang banyak".

Dalam arti luas Public Speaking adalah suatu bentuk komunikasi kepada sekelompok orang di depan umum dengan tujuan memberikan informasi, mempengaruhi publik atau bahkan menghibur orang banyak. Public Speaking merupakan rumpun keluarga dari Ilmu Komunikasi yang mencakup kemampuan seseorang untuk dapat berbicara di depan umum, kelompok maupun perseorangan.

Pada pelaksanaannya Public Speaking memerlukan strategi dan teknik yang tepat. Namun bagi seorang pemula tentu hal ini akan sulit terwujud jika tidak didampingi dengan latihan secara rutin. Banyak pihak yang beranggapan jika berhadapan dan berbicara di depan orang banyak adalah hal yang paling menakutkan. Hingga satu dari sekian banyak orang lebih memilih sakit dibandingkan harus melakukan Public Speaking. Hal ini disebabkan oleh rasa takut karena tidak terbiasa berbicara di depan umum sehingga rasa nerveous seringkali hadir dan mengganggu.

Berikut adalah beberapa teknik dasar dalam Public Speaking :

1.      Teknik mengendalikan rasa grogi

Perasaan grogi dapat disebabkan oleh dua hal yaitu tidak terbiasa dan tidak menguasai materi. Untuk dapat terbiasa, perbanyaklah melakukan latihan, supaya materi yang akan disampaikan dapat dikuasai. Rasa grogi juga dapat dialami oleh sebagian orang yang sudah terbiasa dan menguasai materi. Contoh : ada salah satu di antara audiens yang membuat kita merasa kurang nyaman dengan kehadirannya. Maka, cara cepat untuk mengatasinya adalah dengan menarik nafas dalam-dalam, ulangi hingga perasaan grogi sedikit demi sedikit berkurang, lalu yakinkan diri bahwa “saya pasti bisa”.

2.      Teknik mengatur pernafasan

Ketika berbicara di depan publik sebisa mungkin rutin mengatur pernafasan. Karena seringkali keadaan grogi membuat seseorang mengalami gangguan pada pernafasannya. Solusinya adalah dengan berlatih supaya bisa bernafas panjang dan mampu mengelolanya. Antara lain dengan cara meniup lilin yang menyala pada jarak 1 meter, tarik nafas sedalam mungkin melalui hidung, lalu keluarkan melalui mulut pelan-pelan dan lakukan berulang-ulang.

3.      Teknik vokal

Intonasi adalah salah satu bagian terpenting dari teknik vokal, stressing pada kata/kalimat tertentu, merendahkan volume pada saat permulaan dan akhiran, memainkan kecepatan berbicara (speed/tempo), perhatikan pula artikulasi (kejelasan kata/kalimat) dan pelafalan kata yang benar (pronounciation). Gunakan suara asli (natural), jangan meniru suara orang lain atau dibuat-buat. "Merdukan" dengan "suara perut" (diafragma).

4.      Persiapan dan latihan

 Kualitas persiapan dan latihan menentukan kualitas hasil yang akan didapat nantinya. Hal ini sangat diperlukan bagi pemula yang sedang dalam proses belajar. Namun tidak hanya bagi pemula saja, bagi seseorang yang sudah profesional pun latihan sangat dibutuhkan. Orang-orang yang kompeten/ahli tidak akan mempertaruhkan reputasi mereka dengan tampil jelek karena persiapan yang kurang matang.

5.      Teknik Pembukaan

Setiap detik ada 11 juta bit informasi yang masuk ke panca indra seseorang, sementara dia hanya akan memproses sekitar 40 informasi dan membuang yang lain. Oleh karena itu penting sekali untuk menarik perhatian audiens pada  saat awal penyampaikan materi dengan teknik pembukaan yang baik. Ada banyak cara dalam membuka pidato, namun yang paling disukai adalah membuka dengan kisah/cerita, humor atau ungkapan lucu, mengutip pepatah/kata mutiara, dan langsung mengemukakan inti materi yang akan disampaikan.

6.      Teknik Penutupan

Pada saat pidato akan diakhiri, berikan tanda (signal), bahwa Anda akan segera mengakhirinya. Misalnya saja dengan mengutip pepatah/kata mutiara Contoh : "One more think, kesusksesan adalah perjuangan dari kegagalan demi kegagalan, tanpa kehilangan antusiasme. Sekian dari saya.. salam sukses!" Disarankan untuk tidak membuat topik baru sehingga mengakibatkan pembicaraan menjadi panjang lebar.

7.      Penguasaan materi

Dalam forum diskusi formal ataupun non formal selalu menuntut persiapan. Tujuannya tidak lain supaya topik/materi yang dipilih betul-betul dikuasai. Pengusaan materi yang baik akan menumbuhkan keberanian dan kelancaran. Jadi penguasaan materi ini sangat penting bahkan merupakan faktor utama dalam berbicara.

Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai teknik dasar Public Speaking, semoga dapat bermanfaat ^_^



Bagikan Berita Ini



Berikan Komentar



Nama Lengkap

Alamat Email

Komentar Anda

3 Komentar Terakhir